TMMD di Raja Ampat Dimulai, Ini Pesan Danrem 181/PVT

Home / Berita / TMMD di Raja Ampat Dimulai, Ini Pesan Danrem 181/PVT
TMMD di Raja Ampat Dimulai, Ini Pesan Danrem 181/PVT Danrem 181/PVT, Brigjen Yulius Selvanus (Awin Macap). (FOTO: Penrem Danrem 181)

TIMESPAPUA, SORONG – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108, tahun anggaran 2020 di Kampung (Desa) Warsambin Distrik (kecamatan) Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat resmi dilaksanakan.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 181/PVT, Brigjen Yulius Selfanus. Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Raja Ampat, Abdul Wahab Warwei; Dandim 1805/Raja Ampat, Letkol INF Josep Paulus Kaiba; serta Kapolres Raja Ampat AKBP Andre JW.Manuputty,SIK.

Turut hadir mewakili pemerintah daerah kabupaten Raja Ampat, Asisten I Bidang pemerintahan Kabupaten Raja Ampat,Muhidin Umalelen.Sejumlah penjabat TNI-AD dilingkungan KOREM dan Kodim 1805/Raja Ampat juga nampak hadir dalam kegiatan itu.

Danrem 181/PVT, Brigjen Yulius Selfanos menyatakan, bahwa program TMMD ke-108,Tahun 2020 yang tengah dilaksanakan tersebut terdapat kegiatan fisik dan juga kegiatan non fisik.

Kegiatan fisik yang dikatakan yakni, pembangunan 4 unit Rumah bagi Warga dan Satu unit MCK.sementara kegiatan non fisik meliputi kegiatan bela negara,serta sosialisasi dan pencerahan tentang Covid-19.

Dikatakan Danrem, kegiatan sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat terkait Covid-19 tersebut merupakan sebuah upaya untuk mendukung kinerja pemerintah dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Danrem juga berharap agar semua komponen bekerja untuk masyarakat meskipun sedang menghadapi situasi pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Raja Ampat.

"Kita semua berharap agar komponen baik TNI,Polri dan pemerintah daerah bekerja untuk masyarakatnya, meskipun kita sedang menghadapi wabah Corona ini," ujar Danrem,Selasa (30/6/20) waktu setempat.

Terkait waktu pekerjaan tersebut, Danrem menyatakan bahwa,waktu pekerjaan program ini ditargetkan selama satu bulan,yang mana pada pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI dan Polri sebanyak 150 personel.

Kendati demikian, Anggota TNI-AD berpangkat Brigjen itu mengatakan kendala saat ini adalah soal pendistribusian material pabrik. Hal ini dikarenakan akses transportasi yang belum juga dibuka atau belum berjalan secara normal. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com