Warga Palestina Hadapi Serangan Israel dan Musim Dingin

Home / Berita / Warga Palestina Hadapi Serangan Israel dan Musim Dingin
Warga Palestina Hadapi Serangan Israel dan Musim Dingin Relawan ACT menunjukkan kondisi terkini di Palestina yang menghadapi serangan Israel dan musim dingin tahunan dengan eskalasi meningkat, Jumat (15/11/2019). (FOTO: Istimewa)

TIMESPAPUA, SURABAYAPalestina tengah berduka. Sebanyak 32 orang meninggal dunia. Sementara 82 jiwa menderita luka berat dan ringan di sejumlah wilayah Gaza. Selain memakan korban jiwa, serangan Israel juga meluluh lantakkan ratusan bangunan di sepanjang jalur Gaza akibat serangan yang digencarkan Israel di Perbatasan Gaza. 

Merespons kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur berkomitmen untuk terus bersama Palestina dengan memasifkan bantuan sebagai aksi nyata kepedulian kemanusiaan di dunia Internasional.

Kepala Cabang ACT Jatim, Wahyu Sulistianto Putro menyatakan, Jawa Timur akan terus bersama Palestina, ditengah musim dingin yang mencekam dan serangan di Gaza.

"Kita tidak akan pernah tinggal diam membiarkan saudara-saudara kita dirundung ketakutan," kata Wahyu, Jumat (15/11/2019).

Ia akan mengajak umat untuk bersatu memasifkan bantuan medis, pangan, dan bantuan lainnya. 

"Kita akan tunjukkan bahwa masyarakat Jatim adalah masyarakat dermawan yang peduli dengan umat," tandasnya.

Moch Yunus, Sekretaris MUI Jatim menyatakan, sebagai muslim dan atas nama kemanusiaan mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina, terlebih menjelang musim dingin yang mencekam. 

"Kami mendukung penuh aksi solidaritas muslim Indonesia, seperti yang dilakukan ACT untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Kami mengajak seluruh element umat muslim mendoakan dan membantu dengan bantuan terbaik untuk saudara muslim kita di Palestina," imbaunya.

Permasalahan musim dingin di Palestina bukan lagi masalah yang ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat. 

Program bantuan reguler yang sudah ada akan ditingkatkan. Pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra di Gaza untuk memasifkan pendistribusian bantuan medis, kesediaan paket pangan, dan bantuan lainnya. 

Posko akan didirikan di beberapa kegubernuran di Jalur Gaza, khususnya yang berada di dekat perbatasan-perbatasan. Kedua, ACT menyiapkan bantuan medis lanjutan bagi para korban yang membutuhkan penanganan lebih serius/operasi hingga bantuan penyedian alat bantu prostetik (artificial limbs). 

Selain itu, ACT akan memberikan bantuan santunan bagi anggota keluarga yang ditinggal wafat karena menjadi korban agresi tersebut. Bantuan medis telah dikirimkan sejak aksi Great Return March 2018. 

ACT membuka posko kesehatan di perbatasan, termasuk memberikan layanan kesehatan mobile kepada warga Gaza ke beberapa klinik kecil, sekolah-sekolah atau pusat-pusat komunitas warga di Gaza.

Hingga saat ini, bantuan penyediaan Bank Darah yang diinisiasi ACT juga dimanfaatkan untuk warga Gaza yang menjadi korban serangan. Kolaborasi ACT dengan Central Blood Association di Khan Younis Gaza, tersedia di banyak titik di jalur Gaza, seperti di universitas, di masjid, dan di tempat umum lainnya. Sejak September lalu, ACT telah menargetkan kesediaan 1.000 kantong darah untuk menyuplai kebutuhan pasien-pasien di Gaza. 

Hingga Desember nanti, 1.000 kantong darah ditargetkan mampu memenuhi jumlah kebutuhan darah di Gaza. Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur terus mengajak masyarakat dermawan untuk bersama membantu warga terdampak konflik kemanusiaan di Palestina akibat serangan Israel. Sahabat Dermawan dapat berdonasi langsung melalui tautan bit.ly/MariBantuPalestina. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com