Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19

Home / Kopi TIMES / Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19
Kesadaran Adalah Kunci Utama Berakhirnya Virus COVID-19 Rahayu Nur Fadhilah, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Univ. Muhammadiyah Malang/UMM. (Grafis: TIMES INdonesia)

TIMESPAPUA, MALANGCovid-19 atau sering disebut dengan corona kini sudah bisa ditemui di Negara kita yaitu Indonesia. Wabah virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang baru-baru ini ditemukan.

Covid-19 ini pertama kali ada pada Negara China. Sementara itu, asal mula wabah ini berdasarkan versi pemerintah China berasal dari sebuah pasar hewan laut di Wuhan. Virus ini juga lebih mudah menyebabkan kematian pada penduduk usia lanjut. Awal mula virus ini masuk ke Indonesia melalui WNI yang berkontak langsung dengan temannya yang berasal dari WNA  yang sudah terinfeksi virus ini. Pada akhirnya Virus ini tersebar luas. Namun, karena kurangnya tindakan aktif dari para pemerintah virus ini memakan pasien yang cukup banyak.

Hadirnya Covid-19 di Indonesia membuat kasus-kasus di Indonesia bermunculan. Antara lain tentang perekonomian, kesehatan, maupun kasus kriminal dll. Salah satu kasus perekonomian seperti banyaknya para pekerja yang resah, karena di PHK. Sepinya suatu usaha pertokoan, UKM, dan rumah makan akibat Covid-19. Tidak hanya itu kasus kriminal seperti, pencurian penipuan lebih meningkat kebanding sebelum terjadinya corona. Karena, ketika pandemic semua aktivitas di liburkan atau diganti dengan work from home.

Penghasilan yang didapat ketika corona juga tidak seperti sebelumnya. Dampak yang terjadi ketika terjadinya virus corona membuat para rakyat kecil kesusahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berita yang simpang siur terus terjadi di setiap harinya, dan meningkatkan pasien yang terkena virus corona ini.Kasus yang timbul juga datang dari pasien COVID-19. Mereka tidak mau jujur karena takut dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Pasien yang meninggal ini juga ditolak untuk dikuburkan di wilayahnya. Dampak virus ini juga membuat stigma negative orang-orang bermunculan yang berakibat stress kepada pasien. 

Sebagian orang melakukan sosial distanting , karena mereka mematuhi peraturan pemerintah dan memiliki kesadaran. Namun, bagaimana dengan masyarakat yang kurang sadar akan tindakannya?. Semakin hari pasien Covid-19 semakin bertambah drastis. Banyak sekali masyarakat yang masih meringankan adanya virus corona ini. Di beberapa provinsi, kota maupun sekitarnya, mereka masih tidak mematuhi peraturan pemerintah. Padahala virus corona sangat berbahaya. Kebanyakan masyarakat lupa memakai masker, lupa untuk mencuci tangan, dan masih banyak  berkerumunan di suatu tempat. Jika tidak sadar dengan bahayanya virus ini sampai kapan dunia ini akan sembuh.

Saat ini pada 30 Mei 2020 tempatnya pada hari Sabtu, pasien di Indonesia terkonfirmasi 25.773, dirawat 17, 185 dengan daftar meninggal dunia sekitar 1.573 orang yang dikutip dari Kompas.com. Akibat yang terjadi jika tidak mematuhi peraturan pemerintah dunia akan tetap seperti ini.

Pasien-pasien akan bertambah banyak. Berkurangnya penduduk disekitar. Solusinya, bukan membuat mental pasien Covid-19 turun, namun memberi semangat hal utama yang terpenting. Kesehatan mental dalam masa pandemic juga harus diperhatikan dalam hal ini, tidak hanya masalah ekonomi saja . Egois bukan hal utama untuk memecahkan kasus ini. Berbagai kasus yang terjadi pada saat wabah ini datang, banyak pula bermunculan kebijakan-kebijakan yang dilakukan berkali-kali untuk masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan tidak memiliki inisiatif sendiri. 

Langkah Pandemi untuk tetap dirumah atau beraktivitas didalam rumah, lockdown, lalu PSBB sudah diarahkan , dan baru-baru ini presiden kita sudah mengeluarkan kebijakan baru yaitu 'NEW NORMAL', kembalinya ke bentuk semula atau kembali keaktivitas semula sehari-hari.

Menjaga tubuh dengan berolahraga, menjaga pola makan dan selalu mengonsumsi vitamin. Memakai masker, tidak berlebihan dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari, tidak berkerumunan atau hindari keluar rumah jika tidak perlu, dan selalu mencuci tangan adalah langkah kita yang paling efektif dalam mematuhi peraturan pemerintah. Memiliki insiatif positif sangatlah penting untuk mengajak orang-orang disekitar mematuhi peraturan pemerintah. (*)

***

*)Oleh: Rahayu Nur Fadhilah, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com